Pages

Sabtu, 13 April 2013

Konsepsi IBD Dalam Kesustraan (SoftSkill)



Konsepsi IBD dalam Kesustraan
Ilmu Budaya Dasar secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan . Suatu karya dapat saja mengungkapkan lebih dari satu masalah, sehingga ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu filsafat ataupun ilmu tari yang terdapat dalam pengetahuan budaya, tetapi ilmu budaya dasar menggunakan karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus).
Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.
Karya sastra adalah penjabaran abstraksi,namun filsafat yang menggunakan bahasa juga disebut abstrasi. Maka abstrak adalah cinta kasih,kebahagian,kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat. Dalam kesusastraan IBD dapat dihubungkan meliputi: Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dll. Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut diatas maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. Konsep-konsep social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan utntuk mempelajari masala-masalah social yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial, contohnya: Keanekaragaman dan konsep kesatuan sosial bertolak . Horatius mengatakan bahwa manfaat sastra itu berguna dan menyenangkan. Secara lebih jelas dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Karya sastra dapat membawa pembaca terhibur melalui berbagai kisahan yang  disajikan pengarang mengenai kehidupan yang ditampilkan. Pembaca akan memperoleh pengalaman batin dari berbagai tafsiran terhadap kisah yang disajikan.
2. Karya sastra dapat memperkaya jiwa/emosi pembacanya melalui pengalaman hidup para tokoh dalam karya.
3. Karya sastra dapat memperkaya pengetahuan intelektual pembaca dari gagasan, pemikiran,cita-cita, serta kehidupan masyarakat yang digambarkan dalam karya.
4. Karya sastra mengandung unsur pendidikan. Di dalam karya sastra terdapat nilai-nilai tradisi budaya bangsa dari generasi ke generasi. Karya sastra dapat digunakan untuk menjadi sarana penyampaian ajaran-ajaran yang bermanfaat bagi pembacanya.
5. Karya sastra dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau penelitian tentang keadaan sosial budaya masyarakat yang digambarkan dalam karya sastra tersebut dalam waktu tertentu.

Sastra dalam arti khusus yang kita biasa gunakan dalam kebudayaan adalah ekspresi dan isi hati dari perasaan manusia yang diungkapkan dalam bentuk gagasan gagasan cerdas yang dituangkan dalam bentuk sesuatu hal yang mencerminkan sebuah keindahan, Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi karena padahakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi.Demikian juga dengan filsafat. Cinta kasih,kebahagian, kebebasan dan lainnya yang di garapoleh filsafat adalah abstrak dan kurang dapat digunakan oleh filsafat untuk berkomunikasi.
Ada tiga hal yang berkaitan dengan pengertian sastra, yaitu ilmu sastra, teori sastra, dan karya sastra.
1.     Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra. Ilmu sastra sebagai salah satu aspek kegiatan sastra meliputi hal-hal berikut.
·         Teori sastra, yaitu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang asas-asas, hukum-hukum, prinsip dasar sastra, seperti struktur, sifat-sifat, jenis-jenis, serta sistem sastra.
·         Sejarah sastra, yaitu ilmu yang mempelajari sastra sejak timbulnya hingga perkembangan yang terbaru.
·         Kritik sastra, yaitu ilmu yang mempelajari karya sastra dengan memberikan pertimbangan dan penilaian terhadap karya sastra. Kritik sastra dikenal juga dengan nama telaah sastra.
·         Filologi, yaitu cabang ilmu sastra yang meneliti segi kebudayaan untuk mengenal tata nilai, sikap hidup, dan semacamnya dari masyarakat yang memiliki karya sastra.
Keempat cabang ilmu tersebut tentunya mempunyai keterkaitan satu sama lain dalam rangka memahami sastra secara keseluruhan.
2. Teori sastra adalah asas-asas dan prinsip-prinsip dasar mengenai sastra dan kesusastraan.
3.  Seni sastra adalah proses kreatif menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik, seperti puisi, cerpen/novel, atau drama.

ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGANKAN DENGAN PROSA
Istilah prosa banyak pandanannya. Dalam bahasa Indonesia istilah prosa tadi sering kita terjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan menjadi bentuk serita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi, yaitu roman, atau novel, atau cerpen.

Prosa lama meliputi :
* Dongeng : Cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi.
* Hikayat : Cerita pelipur lara yang sulit diterima akal,merupakan cerita rekaan,namun memiliki pesan dan amanat bagi pembacanya.
* Sejarah : Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul keturunan.
* Epos.
* Cerita Pelipur Lara.

Prosa baru Meliputi :
*Cerpen : Suatu bentuk prosa naratif fiktif,cenderung padat dan langsung pada tujuannya,mengandalkan teknik teknik sastra seperti tokoh,plot,tema bahasa dan insight.
*Novel : Karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif,biasanya berbentuk cerita.
* Biografi : Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
* Kisah : Satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita,seperti “Kisah Abdullah dari Singapura ke Kelantan”.
* Otobiografi : Biografi yang ditulis oleh subyeknya.

NILAI – NILAI DALAM PROSA FIKSI

Adapun nilai – nilai yang diperolah pembaca lewat sastra antara lain:
1. Prosa fiksi menyampaikan kesenangan.
2. Prosa fiksi menyampaikan pemberitahuan.
3. Prosa fiksi menyampaikan peninggalan kultural.
4. Prosa fiksi menyampaikan keseimbangan pengetahuan.

Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Karya sastra yang mengatakan aspirasi zamannya untuk mengajak si pembaca mengikuti
apa yang akan dikehendaki zamannya.
2.     Karya sastra yang bernapaskan gejolak zamannya.




ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi termasuk seni sastra, yang kepuitisan, keartistikan, atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh keatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan, yaitu:

1. Figura bahasa seperti penjelmaan, kiasan, perbandingan, dan alegori, yang menjadikan puisi tersebut menjadi menarik.
2. kata – kata yang bermakna ambiquitas.
3. kata – kata yang bejiwa yaitu kata – kata yang pengalamannya dari jiwa penyair sehinnga terasa hidup.
4. kata – kata yang bersifat konotatif.

Hubungan puisi dengan Ilmu Budaya Dasar :
1.     Hubungan puisi dengan pengalaman hidup seseorang .
2.     Puisi dan keinsyafan atau kesadaran individual .
3.     Puisi dan keinsyafan sosial .



Manusia Dana Kebudayaan



2.MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
   Pengertian Manusia
               Manusia pada dasarnya adalah mahluk yang hidup dalam kelompok dan mempunyai organisme yang terbatas di banding jenis mahluk lain ciptaan Tuhan. Untuk mengatasi keterbatasan kemampuan organisasinya itu, manusia mengembangkan sistem-sistem dalam hidupnya melalui kemampuan akalnya seperti sistem mata pencaharian, sistem perlengkapan hidup dan lain-lain. Dalam kehidupannya sejak lahir manusia itu telah mengenal dan berhubungan dengan manusia lainnya. Seandainya manusia itu hidup sendiri, misalnya dalam sebuah ruangan tertutup tanpa berhubungan dengan manusia lainnya, maka jelas jiwanya akan terganggu.
            Naluri manusia untuk selalu hidup dan berhubungan dengan orang lain disebut “gregariousness” dan oleh karena itu manusia disebut mahluk sosial. Dengan adanya naluri ini, manusia mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi kehidupannya dan memberi makna kepada kehidupannya, sehingga timbul apa yang kita kenal sebagai kebudayaan yaitu sistem terintegrasi dari perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan demikian manusia dikenal sebagai mahluk yang berbudaya karena berfungsi sebagai pembentuk kebudayaan, sekaligus apat berperan karena didorong oleh hasrat atau keinginan yang ada dalam diri manusia yaitu :
1.     menyatu dengan manusia lain yang berbeda disekelilingnya
2.     menyatu dengan suasana dalam sekelilingnya
Kesemua itu dapat terlihat dari reaksi yang diberikan manusia terhadap alam yang kadang kejam dan ramah kepada mereka. Manusia itu pada hakekatnya adalah mahluk sosial, tidak dapat hidup menyendiri. Ia merupakan “Soon Politikon” , manusia itu merupakan mahluk yang hidup bergaul, berinteraksi. Perkembangan dari kondisi ini menimbulkan kesatuan-kesatuan manusia, kelompok-kelompok sosial yang berupa keluarga, dan masyarakat. Maka terjadilah suatu sistem yang dikenal sebagai sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang mengatur kehidupan mereka, memenuhi kebutuhan hidupnya.
            Manusia dalam memenuhi kebutuhannya tak lepas dari hubungannya dengan orang lain, karena dengan adanya hubungan tersebut maka apa yang dibutuhkan mungkin dapat terpenuhi, sebagai contoh; Manusia membutuhkan makan nasi maka ia harus pergi ke pasar untuk membeli beras pada penjual beras, adapun penjual beras tentunya mendapatkan beras (membelinya) dari para petani di desa. Hubungan jual beli ini tentunya akan lebih baik dengan mengindahkan etika dan norma.  Moral  yaitu tidak melakukan kecurangan dalam transaksi jual belinya. Seperti mengurangi timbangan atau transaksi dengan menggunakan sebagian uang palsu dan berbagai bentuk kecurangan lainya. Bila terjadi kecurangan kecurangan tentunya hubungan antar manusia tidak akan harmonis. Walau manusia sebagai makhluk ekonomi yang selalu ingin mementingkan diri sendiri dalam memenuhi kebutuhannya namun tidak dibenarkan untuk melakukan kecurangan dalam memperoleh apa yang diinginkannya. Manusia tidak boleh mengabaikan etika dan nilai nilai moral didalam hubungannya dengan manusia lain (homo socius) dan dalam memenuhi kebutuhannya (homo economicus).

Pengertian Kebudayaan
            Kata kebudayaan berasal dari kata budh—> budhi—> budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsur jasmani, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia atau pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Atas dasar itulah para ahli mengemukakan adanya unsur kebudayaan yang umumnya dibagi menjadi 7 unsur, yaitu :
1. Unsur religius;
2. Sistem kemasyarakatan;
3. Sistem peralatan;
4. Sistem mata pencaharian hidup;
5. Sitem bahasa;
6. Sistem pengetahuan;
7. Kesenian.
Berdasarkan unsur diatas, maka kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud, antara lain :
1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, norma, peraturan dan
     sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak,
     lokasinya dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup.
2.  Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia
     dalam masyarakat.
3.  Kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia.
Kebudayaan dapat berbentuk seperti berikut ini.
a.     Artefak, yaitu benda-benda yang merupakan hasil karya manusia.
b.     Sitem aktivitas, seperti berbagai jenis tarian, olahraga, kegiatan-kegiatan sosial, dan kegiatan ritual
c.      Sistem ide dan gagasan, yaitu pola pikir yang ada di dalam pikiran manusia. Ide ini merupakan bentuk budaya yang abstrak yang mengawali suatu perilaku ataupun hasil perilaku bagi setiap masyarakat. Sistem ide ini sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut oleh setiap orang.

Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap kalau akan berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya.
kebudayaan berfungsi sebagai:
1. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
2. Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya
3. Pembimbing kehidupan manusia
4. Pembeda antar manusia dan binatang
Hakekat Kebudayaan
1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia
2. Kebudayaan itu ada sebelum generasi lahir dan kebudayaan itu tidak dapat   
    hilang setelah generasi tidak ada
3. Kebudayan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya
4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang memberikan kewajiban kewajiban

Sifat kebudayaan
1. Etnosentis
2. Universal
3. Alkuturasi
4. Adaptif
5. Dinamis (flexibel)
6. Integratif (Integrasi)
Aspek-aspek kebudayaan
1. Kesenian
2. Bahasa
3. Adat Istiadat
4. Budaya daerah
5. Budaya Nasional
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perubahan kebudayaan faktor-faktor pendorong proses kebudayaan daerah
1. kontak dengan negara lain
2. sistem pendidikan formal yang maju
3. sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
4. penduduk yang heterogen
5. ketidak puasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
Faktor-faktor penghambat proses perubahan kebudayaan
1.faktor dari dalam masyarakat

* betambah dan berkurangnya penduduk
* penemuan-penemuan baru
* petentangan-pertentangan didalam masyarakat
* terjadinya pemberontakan didalam tubuh masyarakat itu sendiri
2. faktor dari luar masyarakat
* berasal dari lingkungan dan fisik yang ada disekitar manusia
* peperangan dengan negara lain
* pengaruh kebudayaan masyarakat lain

PENJELASAN MENGENAI KEBUDAYAAN HINDU BUDHA, ISLAM, DAN BARAT
Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan je-4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India itu berlangsugn luwes dan mantap. Sekitar abad ke 5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau Jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.
            Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di pulau jawa tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme melahirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan/arsitektur, seni pahat, seni ukir maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan/arsitektur, relief-relief yang diabadikan dalam candi-candi di jawa tengah ataupun jawa timur. Candi-candi  yang dimaksud diantaranya candi borobudur, mendut, prambanan, kalasan, badut, kidal, jago, singasari, disekita kota malang, candi panataran dan siwa disekitar kota Blitar, semua wilayah propinsi jawa timur.

Kebudayaan Islam
            Pada abad ke-15 dan ke-16, agama Islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama islam paa abad itu berada di pulau jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa jauh sebelum abad ke -15. suatu bukti bahwa awal abad ke-11 sudah ada wanita Islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia, teristimewa ke pulau jawa berlangsung dalam suasana damai. Hal ini disebabkan karena Islam dimauskkan ke Indonesia tidak dengan paksa, melainkan dengan cara baik-baik. Di samping itu disebabkan sekap toleransi yang dimiliki banga kita
            Pada abad ke-15, ketika kejayaan maritim majapahit mulai surut, berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan Majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara-negara yang dimaksud adalah negara Malaka di semenanjung Malaka, negara Aceh di ujung pulau Sumatra, negara Banten di  jawa Barat, negara Demak di pesisir utara jawa tengah, negara Goa di sulawesi selatan. Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang-
pedagang kaya dan golongan bangsawan kota-kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan menganut ajaran Islam.
            Didaerah-daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan. misalnya di Aceh, Banten, sulawesi selatan, sumatra Timur, sumatra barat, dan pesisir kalimantan.
            Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang medapat penganut sebagian besar penduduk indonesia. tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kebudayaan islam mewarnai sebagian besar penganutnya di Indonesia. Dengan begitu, agama islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

KEBUDAYAAN BARAT
            Unsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa indonesia adalah kebudayaan Barat. Awal kebudayaan barat masuk ke negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme/penjajah manggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahhan kolonialisme Belanda, tanah air Indonesia telah dijajah selama 350 tahun. DI pusat kekuasaan pemerintah Belanda, di kota-kota propintsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di ktoa-kota pusat pemerintahan terutama di jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan sosial pertama,t erdiri dari  kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua, adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
            Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk juga kedalam kebudayaan Indonesia, ialah agama Katolik dan agama kristen protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan segnaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama( missie untuk agama Katolik dan Zending untuk agama kristen) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan



Rabu, 27 Maret 2013

Pengertian Dan Tujuan Ilmu Budaya Dasar (SoftSkill)



PENGERTIAN dan TUJUAN IBD
IBD adalah mempertajam kepekaan mahasiswa terhadap fenomena dan lingkungan sosial budaya untuk kepentingan pengembangan profesinya, memperluas wawasan tentang kompleksitas problematika sosial budaya, masalah kemanusiaan, serta mengembangkan kemampuan daya kritis terhadap kedua masalah tersebut, menghasilkan calon pemimpin bangsa dan negara yang tidak bersifat kedaerahan dan tidak berkotak-kotak oleh disiplin ilmu yang ketat dalam menjalani, menanggapi, dan menangani masalah dan nilai-nilai dalam lingkup sosial budaya, meningkatkan kesadaran terhadap nilai manusia dan kehidupan manusiawi, dan membina kemampuan befikir  dan bertindak objektif untuk menangkal pengaruh negatif yang dapat merusak lingkungan sosial budaya.
Sedangkan Ilmu Budaya Dasar merupakan ilmu yang tanpa kita sadari telah sangat melekat dalam kehidupan kita, baik secara individualisme, dalam keluarga, maupun dalam masyarakat luas. Namun banyak dari kita yang tidak menyadari dan tidak mengerti akan hal itu, sehingga dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari menjadi sangat kurang. Hal ini tentu saja sangat mempengaharui bagaimana seseorang bersikap dan bertindak dalam kehidupannya.
Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris "The Humanities". Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dan bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the htimanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka hams mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Seringkali bahwa dalam masyarakat yang bergabung semakin cepat dan rumit ini, mahasiswa harus mengalami pergeseran nilai-nilai yang mungkin sekali dapat membuatnya masabodoh atau putus asa, suatu sikap yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang terpelajar. Bagaimanapun juga mahasiswa adalah orang-orang muda yang sedang mempelajari cara memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apasaja yang terjadi atas dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Sudah barang tentu ia perlu dibimbing untuk menemukan cara terbaik yang sesuai dengan dirinya sendiri tanpa harus mengorbankan masyarakat dan alam sekitarnya. Secara tidak langsung ilmu budaya dasar akan membantu mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Berpijak dari hal diatas, tujuan mata kuliah ilmu budaya dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1.     Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2.     Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.  Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4.     menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
Jika diperinci maka tujuan pengajaran ilmu budaya dasar itu adalah:
1.     lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, serta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
2.     Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.
3.     Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.
4.     Mengembangkan daya kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan kebudayaan.
5.     Memiliki latarbelakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan indonesia,
6.     Menimbulkan minat untuk mendalaminya.
7.     Mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.
8.     Tidak terjerumus terhadap sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu.
9.     Menambahkan kemampuan mahasiswa untuk menanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat indonesia dan dunia tana terpikat oleh disipin mereka.
10. Mempunyai kesamaan bahan pembicaraan, tempat berpijak mengenai masalah kemanusian dan kebudayaan.
11.Terjalin interelasi antara cendekiawan yang berbeda keahlian agar lebih       positif dan komunikatif.
12. Menjembatani para sarjana yang berbeda keahliannya dalam bertugas menghadapi masalah kemanusiaan dan budaya.
13. Memperlancar masalah pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang   yang ditangani oleh berbagai cendekiawan.
14. Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun.
15. Agar mampu memenuhi tuntutan dari tridarma perguruan tinggi, khususnya  darma pendidikan.
Jadi kesimpulan yang didapat bahwa Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu pengetehuan yang memberikan suatu pembelajaran dasar dan pengertian tenteng konsep-konsep kebudayaan yang mempunyai tujuan untuk memahami dan mencari arti dari kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi, mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritikal terhadap masalah budaya, dan juga dapat memberi pengetahuan tentang aspek-aspek budaya bagi mahasiswa yang mempunyai ruang lingkup berbagai aspek-aspek kehidupan yang mengungkap maslah-masalah kemanusiaan dan budaya (the humanities), baik dari segi keahlian, dan kedisiplinan dalam ilmu pengetahuan. Disamping itu agar mahasiswa juga dapat memperhatikan norma-norma yang membantu pendidikan. Walaupun penyusunan semacam itu diharapkan untuk mendekatkan dengan penalaman mahasiswa, masih terbuka kemungkinan untuk menyusaikan dengan kondisi tempat belajar atau daerah setempat.

Minggu, 03 Maret 2013

personaliti "+" setiap manusia

4 Tipe personaliti + kita.....

♥ 1. Koleris
Pada umumnya, Koleris itu memiliki beberapa kelebihan, seperti :
* Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif..
* Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan..
* Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran / target..
* Bebas dan mandiri..
* Berani menghadapi tantangan dan masalah..
* "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari sekarang"..
* Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat..
* Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas..
* Membuat dan menentukan tujuan..
* Terdorong oleh tantangan dan tantangan..
* Tidak begitu perlu teman..
* Mau memimpin dan mengorganisasi..
* Biasanya benar dan punya visi ke depan..
* Unggul dalam keadaan darurat..

≡ Namun, Koleris juga punya beberapa kelemahan, seperti :
* Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)..
* Senang memerintah..
* Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai..
* Menyukai kontroversi dan pertengkaran..
* Terlalu kaku dan kuat/ keras..
* Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik..
* Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci..
* Sering membuat keputusan tergesa-gesa..
* Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain..
* Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan..
* Workaholics (kerja adalah "tuhan"-nya)..
* Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf..
* Mungkin selalu benar tetapi tidak populer..

♥ 2. Sangunis
Pada umumnya, orang-orang Sangunis memiliki personaliti sebagai berikut :
* Suka bicara..
* Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif..
* Antusias dan ekspresif..
* Ceria dan penuh rasa ingin tahu..
* Hidup di masa sekarang..
* Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)..
* Berhati tulus dan kekanak-kanakan..
* Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)..
* Umumnya hebat di permukaan..
* Mudah berteman dan menyukai orang lain..
* Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian..
* Menyenangkan dan dicemburui orang lain..
* Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)..
* Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan..
* Menyukai hal-hal yang spontan..

≡ Sedangkan untuk kelemahan dari Sangunis :
* Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)..
* Membesar-besarkan suatu hal / kejadian..
* Susah untuk diam..
* Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain..
* Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele..
* RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)..
* Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)..
* Mudah berubah-ubah..
* Susah datang tepat waktu..
* Prioritas kegiatan kacau..
* Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas..
* Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya..
* Egoistis..
* Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yang sama..
* Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money"..

♥ 3. Plegmatis
Sebagian besar, orang-orang Plegmatis memiliki personaliti seperti ini :
* Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh..
* Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik..
* Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana..
* Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)..
* Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi..
* Penengah masalah yg baik..
* Cenderung berusaha menemukan cara termudah..
* Baik di bawah tekanan..
* Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan..
* Rasa humor yg tajam..
* Senang melihat dan mengawasi..
* Berbelaskasihan dan peduli..
* Mudah diajak rukun dan damai..

≡ Namun, ternyata orang yang berpersonaliti Plegmatis memiliki beberapa kekurangan, antara lain :
* Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru..
* Takut dan khawatir..
* Menghindari konflik dan tanggung jawab..
* Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)..
* Terlalu pemalu dan pendiam..
* Humor kering dan mengejek (Sarkatis)..
* Kurang berorientasi pada tujuan..
* Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri..
* Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat..
* Tidak senang didesak-desak..

♥ 4. Melankolis
Terakhir, untuk personaliti Melankolis. Kebanyakan, orang-orang melankolis adalah orang yang berpersonaliti sebagai berikut :
* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran..
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal..
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)..
* Sensitif..
* Mau mengorbankan diri dan idealis..
* Standar tinggi dan perfeksionis..
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)..
* Hemat..
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)..
* Kalau sudah mulai, dituntaskan..
* Berteman dengan hati-hati..
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian..
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi..
* Sangat memperhatikan orang lain..

≡ Tapi, ternyata Melankolis punya kelemahan, seperti :
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)..
* Mengingat yang negatif & pendendam..
* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah..
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan..
* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah..
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)..
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan..
* Hidup berdasarkan definisi..
* Sulit bersosialisasi..
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya..
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)..
* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)..
* Memerlukan persetujuan..

Ok, itu dia 4 Tipe personaliti yang ada di dalam diri manusia....

Jika kalian bingung, karena ada karakteristik kalian di beberapa peronaliti, maka besar kemungkinan kalian memiliki 2 tipe personaliti....

Hanya saja, pasti ada 1 tipe yang dominan. Nah, tipe yang dominan itulah karakteristik kalian....

Yah, jika kalian sudah tahu kelebihan maupun kekurangan diri sendiri, pastilah mulai dari sekarang akan lebih mudah juga bagi kalian untuk mengembangkan diri.....